Palembang, Wartasumsel.co.id – Puluhan aktivis, masyarakat, dan mahasiswa Kota Palembang menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD guna menuntut Wakil Walikota Palembang Prima Salama untuk pemeriksaan urin terkait video viralnya yang diduga mengonsumsi narkoba saat memberikan ucapan hari jadi pesantren.
Koordinator aksi Sanusi bahkan membeberkan kronologi kejadian sebelum orang nomor dua di Kota Palembang tersebut viral.
“Kami memiliki buktinya, saksinya bahwa kejadian tersebut terjadi pada 4 Juni 2026 di sebuah rumah mewah yang berada di daerah Golf(Jalan AKBP Cek Agus Palembang),”ujarnya kepada Detik Sumsel.
Ia menuturkan, bahwa saat itu sebelum memberikan ucapan video PS mengadakan pesta besar bersama dengan rekannya lainnya. “Tempat tersebut dulunya rumah mantan pejabat disana dia tidak sendirian ada sejumlah orang berinisial A,Y, M, dan S mereka bukan dari fraksi melainkan ada yang dari mahasiswi & mahasiswa serta masyarakat,”katanya.
Dalam tuntutannya, puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda Kota Palembang (AMMPKP)meminta DPRD Kota Palembang untuk:
Menjalankan hak angket guna mengusut dugaan keterlibatan Wakil Walikota Palembang Prima Salam dalam penyalahgunaan narkoba.
Merekomendasikan pemberhentian Wakil Walikota Palembang kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) apabila terbukti terindikasi menggunakan narkoba.
Mendesak dilakukannya tes urine bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.
Mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tes urine menyeluruh, termasuk terhadap Wakil Walikota Palembang.
“Pejabat publik harus menjadi contoh. Jika ada keraguan, maka proses hukum dan tes kesehatan wajib dilakukan agar ada kepastian,”katanya.
Sementara itu aksi yang dilakukan Sanusi dan rekan-rekan disambut baik oleh Ketua DPRD Kota Palembang M Ali Subri. “Terima kasih aspirasinya kami minta perwakilan dari masa aksi 10 orang dapat berbicara langsung dengan kami membahas ini,”ungkapnya. 9hst-red)