Indralaya, Wartasumselbabel.com- Peristiwa tragis kembali terjadi di Kabupaten Ogan Ilir. Tiga pemuda dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ogan saat bermain di kawasan Pantai Pasir Rantau Alai, Desa Rantau Alai, Kecamatan Rantau Alai, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan BPBD bersama unsur terkait masih melakukan upaya pencarian terhadap ketiga korban.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Edi Rahmat, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, proses pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan.
“Iya, masih proses pencarian dan konsolidasi tim,” ujar Edi Rahmat.
Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ogan Ilir, Guntarto Eko Wibowo, insiden bermula ketika lima orang muda-mudi, terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan, menghabiskan waktu bermain di kawasan pantai pasir yang berada di tepian Sungai Ogan.
Saat asyik bermain, salah seorang pemuda diduga terseret arus sungai yang cukup deras. Melihat rekannya dalam bahaya, seorang pemuda lainnya langsung berusaha memberikan pertolongan. Namun upaya tersebut tidak berhasil dan justru membuatnya ikut terseret arus.
Melihat kedua rekannya hanyut, satu pemuda lainnya kembali berusaha melakukan penyelamatan. Nahas, usaha penyelamatan itu juga gagal sehingga ketiganya sama-sama tenggelam di aliran Sungai Ogan.
Adapun tiga korban yang hingga kini masih dalam pencarian adalah:
Rahman Udin, warga Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir, yang berdomisili di Jalan Sarjana, Timbangan, Indralaya Utara.
Rizky Saputra (22), warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Arif Febriansyah (18), warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Hingga berita ini dipublikasikan, tim gabungan BPBD Ogan Ilir bersama TNI, Polri, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap ketiga korban di sekitar lokasi kejadian.
Warga yang berada di sekitar bantaran Sungai Ogan diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di lokasi yang memiliki arus deras demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (hst.red)