#kopraljono
PALI, Wartasumselbabel.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus menunjukkan komitmennya dalam membina dan mengembangkan potensi atlet lokal sebagai aset berharga daerah. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumsel ke-XV tahun 2025, KONI PALI memantapkan langkah dengan strategi pembinaan jangka menengah yang terstruktur, berfokus pada kualitas, bukan sekadar kuantitas.
Ketua KONI PALI, M. Firman Irpama, M.Pd., M.M., menegaskan bahwa sesuai dengan arahan Bupati, pembinaan atlet lokal harus menjadi pondasi utama dalam upaya meraih prestasi olahraga. “Kita tidak hanya mempersiapkan atlet untuk sekadar tampil di ajang pertandingan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan daya juang yang kuat agar mereka mampu bersaing di tingkat provinsi, bahkan menembus level nasional. Atlet lokal adalah aset daerah yang sangat berharga—mereka harus kita jaga, kita bina dengan serius, dan kita banggakan sebagai wajah olahraga PALI,” tegas Firman dalam rapat koordinasi bersama seluruh kepala cabang olahraga (Cabor), Selasa (15/7/2025).
Dalam rapat tersebut, seluruh kepala Cabor diminta untuk serius melakukan seleksi dan pembinaan atlet berbasis potensi lokal. Firman juga mengingatkan agar tidak bergantung pada atlet luar atau ‘atlet bayaran’. “Sudah saatnya PALI berbicara dengan kekuatan sendiri. Anak-anak daerah kita punya potensi besar, dan inilah momen membuktikan bahwa mereka layak mengharumkan nama Serepat Serasan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI PALI, Sukirman, S.Si, memaparkan tahapan persiapan menuju PORPROV Sumsel ke-XV tahun 2025, yang tengah berjalan. Tahapan ini mencakup pendataan atlet, penetapan nomor pertandingan, verifikasi faktual, hingga penetapan akhir daftar atlet dan official. Ia menekankan bahwa setiap Cabor harus memiliki admin khusus untuk memastikan akurasi dan kelengkapan data.
“Pembinaan atlet harus dimulai dari sistem yang baik. Pendataan ini menjadi dasar agar pembinaan ke depan lebih tepat sasaran. Kita ingin atlet yang berangkat ke PORPROV nanti adalah mereka yang benar-benar siap, baik secara fisik, teknik, maupun mental,” jelas Sukirman.
Dengan semangat kebersamaan dan visi besar untuk membangun olahraga PALI yang mandiri dan berprestasi, KONI berharap hasil pembinaan ini dapat mencetak atlet tangguh yang tidak hanya mampu meraih medali, tapi juga menjadi kebanggaan masyarakat.
Langkah strategis ini menegaskan bahwa KONI PALI tidak sekadar menargetkan kemenangan jangka pendek, tetapi sedang membangun fondasi masa depan olahraga daerah yang kokoh dan berkelanjutan.[red]