KAYUAGUNG, Wartasumselbabel.com – Pakaian adat Minangkabau, Jawa, Sunda, Bali hingga Lombok mewarnai jalan-jalan di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dalam Karnaval Budaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval untuk menyaksikan para peserta berjalan, menari hingga memainkan berbagai alat musik tradisional. Suasana meriah terlihat sejak peserta mulai bergerak dari Lapangan Hatta, Kelurahan Sidakersa, hingga finis di kawasan Dinas Sosial, Kelurahan Sukadana.
Khusus peserta PAUD dan TK, rute yang ditempuh lebih pendek, yakni dari Lapangan Hatta hingga TK Bhayangkari Kayuagung.
Karnaval budaya tersebut menjadi panggung keberagaman masyarakat OKI. Ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/MA/SMK, turut ambil bagian. Perwakilan kecamatan, perangkat daerah, komunitas, paguyuban Nusantara serta masyarakat umum juga tampil membawa identitas budaya masing-masing.
Kostum adat menjadi salah satu daya tarik utama. Berbagai pakaian dan ornamen khas daerah dipadukan dengan tarian, musik serta pertunjukan teatrikal.
Budaya Jawa, Minangkabau, Sunda, Sumatera Utara, Bali, Madura, Banten dan Lombok ditampilkan secara bergantian di hadapan masyarakat yang memadati sepanjang rute.
Warga tidak sekadar menyaksikan. Banyak di antara mereka mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon seluler. Anak-anak pun terlihat antusias mengikuti arak-arakan peserta.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, keberagaman yang ditampilkan dalam karnaval merupakan gambaran kehidupan masyarakat OKI yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama.
“Karnaval ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita. OKI merupakan rumah bagi berbagai suku, etnis, dan agama. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus merawat persatuan dan kebersamaan,” kata Muchendi.
Selain menjadi hiburan rakyat dan ruang pelestarian budaya, kegiatan tersebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Kerumunan warga di sepanjang rute menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menawarkan produk mereka.
Sejumlah pedagang terlihat menjajakan makanan dan minuman di sepanjang jalur karnaval. Warga yang datang menyaksikan pertunjukan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli berbagai dagangan.
Menurut Muchendi, geliat ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam perayaan kemerdekaan.
“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Ribuan orang hadir, UMKM ikut tumbuh, dan produk-produk lokal mendapat ruang untuk dikenal. Jadi semangat kemerdekaan hari ini juga kita wujudkan dengan menghidupkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Salah seorang warga, Rina (34), mengaku senang menyaksikan karnaval bersama keluarganya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal budaya dari berbagai daerah.
“Ramai sekali. Anak-anak juga senang melihat kostum yang berbeda-beda. Selain hiburan, kita jadi bisa mengenal budaya daerah lain tanpa harus pergi jauh,” kata Rina.
Sementara itu, Dimas (17), salah seorang peserta karnaval yang mengenakan pakaian adat Minangkabau lengkap dengan penutup kepala dan ornamen khas, mengatakan keikutsertaannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia itu beragam dan semuanya menarik untuk dikenalkan,” ujar Dimas.
Karnaval budaya tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui pelestarian budaya, penguatan persatuan serta pergerakan ekonomi masyarakat.
(Nopis)