PALEMBANG, Wartasumselbabel.com – Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Selatan, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Jalan POM IX dialihkan sementara oleh pihak kepolisian untuk menjaga kelancaran dan keamanan kegiatan.Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan. Mereka menilai DPR perlu dibubarkan apabila tidak menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah secara optimal.
Selain itu, mahasiswa menolak kenaikan harga BBM dan meminta pemerintah mengantisipasi kelangkaan bahan bakar bersubsidi di daerah. Mereka juga menyerukan upaya penyelamatan nilai rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi nasional.
Mahasiswa turut menyatakan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai perlu dikaji ulang secara komprehensif. Mereka juga mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai langkah konkret dalam pemberantasan korupsi.
Dalam tuntutan lainnya, massa mengecam praktik membawa perkara sipil ke peradilan militer dan menyerukan penghentian militerisme di ruang sipil. Mereka juga menyatakan penolakan terhadap UU Polri serta mengecam tindakan represif aparat terhadap massa dalam penyampaian pendapat di muka umum.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan dan menjadi perhatian masyarakat yang melintas di sekitar kawasan DPRD Sumatera Selatan. (hst)