PALI, |WartasumselBabel.com — Pertamina EP Adera Field terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat dalam mendukung keamanan dan kelancaran operasi hulu minyak dan gas bumi (migas). Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Hukum dan Regulasi Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang dilaksanakan di dua desa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Kegiatan pertama digelar di Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, pada Kamis (3/9/2026), kemudian dilanjutkan di Desa Betung Selatan pada Kamis (10/9/2026). Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Integrated Community Based Security (ICBS), sebuah pendekatan pengamanan yang mengedepankan keterlibatan dan kolaborasi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Sosialisasi di kedua desa tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, Kepolisian, Kejaksaan Negeri PALI, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, hingga manajemen Pertamina EP Adera Field.
Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengamanan operasi yang tidak hanya mengandalkan aspek teknis dan pengamanan perusahaan, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan operasi yang aman, tertib dan kondusif.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai aspek hukum, regulasi pengamanan Obvitnas, sekaligus pentingnya menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasi hulu migas.
Objek yang menjadi bagian dari wilayah operasi tersebut antara lain jalur pipa, kepala sumur, serta fasilitas dan wilayah kerja tertentu yang berkaitan dengan kegiatan hulu migas dan aset negara. Pemahaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan sekaligus mencegah potensi gangguan terhadap kegiatan operasi.
Kepala Desa Betung Selatan, H. Darlani, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai batasan, aturan, serta peran yang dapat dilakukan warga dalam mendukung keamanan wilayah operasi.
“Terima kasih sudah diadakan acara ini, sehingga masyarakat bisa tahu dan paham apa yang boleh dan tidak boleh serta dapat ikut mendukung keamanan dan lingkungan di sekitar wilayah operasi PEP Adera,” ujar Darlani.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Pengabuan Timur, Ivey Sastra. Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, dan perusahaan merupakan modal penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah desa.
“Masyarakat bisa mendapat pemahaman secara langsung mengenai aturan dan ketentuan yang berlaku. Kami berharap komunikasi dan sinergi antara desa dengan Pertamina EP Adera dapat terus diperkuat,” kata Ivey.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai aspek hukum dan regulasi dari Kejaksaan Negeri PALI. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI memberikan materi terkait aspek lingkungan hidup yang berkaitan dengan keberadaan dan aktivitas di sekitar wilayah operasi.
Selain penyampaian materi, masyarakat diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan secara langsung. Pembahasan mencakup berbagai hal, mulai dari pengamanan wilayah operasi, pemahaman terhadap aspek hukum dan regulasi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Field Manager Pertamina EP Adera Adam Syukron Nasution mengatakan keterlibatan masyarakat merupakan salah satu elemen penting dalam membangun keamanan operasi yang berkelanjutan.
“Sosialisasi ini sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum. Kami berharap pemahaman yang diperoleh melalui sosialisasi ini dapat memperkuat kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan serta lingkungan di sekitar wilayah operasi,” ujarnya.
Menurut Adam, Pertamina EP Adera juga berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi secara terbuka bersama masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.
Hal tersebut dinilai penting mengingat keberlangsungan kegiatan hulu migas membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, baik perusahaan, pemerintah, aparat penegak hukum maupun masyarakat.
“Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan pemerintah setempat agar tercipta lingkungan operasi yang aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.
Pelaksanaan kegiatan ICBS di Desa Pengabuan Timur dan Desa Betung Selatan berlangsung tertib, aman dan lancar. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan sinergi lintas sektor, manajemen Pertamina EP Adera Field turut menyerahkan plakat kepada perwakilan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Kepolisian, Kejaksaan Negeri PALI, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI.
Hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut antara lain Kepala Desa Pengabuan Timur Ivey Sastra, Kepala Desa Betung Selatan H. Darlani, Sekretaris Camat Abab Heriyanto, Kanit Reskrim Polsek Penukal Abab Edward, Kapolsek Penukal Abab AKP Sumartono, perwakilan Kejaksaan Negeri PALI Intan Larasati dan Ridho Wiragama, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI Bertha Haryanto.[red]