Cipayung Plus Palembang Kecam Dugaan Kekerasan Saat Aksi di Mapolda Sumsel, Enam Mahasiswa Terluka

Bagikan Berita

PALEMBANG, Wartasumselbabel –Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang mengecam dugaan aksi kekerasan, intimidasi, persekusi, hingga pembubaran paksa terhadap massa mahasiswa saat menggelar aksi di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Mapolda Sumsel), Selasa (13/10/2026) sore.

Insiden tersebut tidak hanya berdampak pada mahasiswa. Sejumlah wartawan yang tengah meliput jalannya aksi, di antaranya dari TribunSumsel, Sripoku, dan PAL TV, juga dilaporkan menjadi korban kekerasan. Dalam kericuhan itu, sejumlah anggota kepolisian turut menjadi korban.

Sikap tegas tersebut disampaikan perwakilan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus saat menggelar pernyataan bersama di halaman Kampus UIN Raden Fatah Palembang, Selasa malam.

Aliansi tersebut terdiri atas HMI, GMNI, LMND, PMII, KAMI, GMKI, dan PMKRI. Sejumlah tokoh mahasiswa hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Ketua DPC GMNI Palembang M Dalipal Putra, Ketua HMI Palembang Bayu Pratama, serta Ketua PC PMII Palembang Indra Kusumah bersama perwakilan organisasi lainnya.

Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan yang diduga dialami massa aksi ketika baru tiba di depan Mapolda Sumsel.

Aliansi menilai insiden tersebut berpotensi mencederai hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sekaligus mengancam ruang demokrasi bagi mahasiswa dan masyarakat sipil.

Sebelumnya, massa Cipayung Plus mendatangi Mapolda Sumsel untuk menyampaikan aspirasi terkait penegakan hukum terhadap korporasi yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

Namun, menurut keterangan aliansi, sebelum tuntutan mereka tersampaikan, massa justru mengalami dugaan kekerasan dan pembubaran paksa oleh pihak yang diduga berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun kelompok yang belum diketahui identitasnya.

“Perbedaan pandangan tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan kekerasan. Tidak ada kelompok mana pun yang berhak mengambil alih fungsi penegakan hukum melalui intimidasi, ancaman, ataupun tindakan main hakim sendiri,” tegas perwakilan aliansi.

Cipayung Plus Sampaikan Tiga Tuntutan

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang menyampaikan tiga tuntutan utama.

Pertama, mengecam seluruh bentuk kekerasan terhadap massa aksi serta mendesak agar dugaan persekusi, intimidasi, dan pembubaran paksa diusut secara menyeluruh. Setiap pihak yang terbukti terlibat diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.

Kedua, mendesak kepolisian mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum yang objektif, transparan, profesional, serta tanpa pandang bulu.

Ketiga, menuntut adanya jaminan perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat. Aliansi juga meminta Polda Sumsel memastikan keamanan mahasiswa dan masyarakat yang menyuarakan aspirasi secara damai.

Enam Mahasiswa Dilaporkan Mengalami Luka

Dalam catatan Aliansi Cipayung Plus, terdapat enam mahasiswa yang mengalami luka akibat insiden tersebut.

Mereka yakni Taufik dari HMI yang mengalami luka pada bagian dagu, Haris dari KAMI dengan luka di hidung, serta Abdul Basit dari PMII yang mengalami luka pada tangan.

Korban lainnya adalah Sepa dari GMKI yang mengalami keseleo pada kaki akibat terinjak. Sementara itu, Opal Arif dari HMI dilaporkan mengalami lebam di kepala akibat dipukul orang tidak dikenal, sedangkan Fahrizal Putra dari LMND mengalami luka lebam setelah diduga menjadi korban pemukulan oleh orang tidak dikenal.

Menyikapi kejadian tersebut, Aliansi Cipayung Plus Kota Palembang menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Rencana aksi berikutnya disebut sebagai bentuk desakan agar dugaan kekerasan terhadap mahasiswa dan wartawan mendapat penanganan serius serta seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku. (hst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *