PALI,|WartasumselBabel.com — Kepedulian Pertamina EP (PEP) Adera Field terhadap penguatan ekonomi masyarakat diwujudkan melalui program PERMATA (Pertanian Mandiri Desa Tangguh) di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI.
Melalui kegiatan Media Field Trip, puluhan insan pers diajak melihat langsung perkembangan program sekaligus mengenal berbagai produk unggulan masyarakat binaan, mulai dari beras lokal hingga produk herbal.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara Pertamina, masyarakat dan media untuk mengangkat potensi lokal sekaligus memperluas pengenalan produk masyarakat kepada publik.
Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan PERMATA tidak sekadar menghadirkan bantuan, tetapi mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
“Melalui program PERMATA, kami mendorong kelompok masyarakat untuk naik kelas. Hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan adalah beras lokal Padi Srai, varietas yang telah lama dibudidayakan masyarakat Desa Pengabuan. Melalui Kelompok Tani Barokah, hasil pertanian tersebut kini dikembangkan menjadi beras kemasan, di antaranya varian Mentik, Ngace dan Padi Srai Original.
Selain itu, KWT Selaras Alam mengembangkan produk herbal melalui TOSGA, seperti wedang cangkring, jahe dan kunyit asam.
Ketua Kelompok Tani Barokah, Sarbeni, menyebut pendampingan Pertamina memberikan perubahan dalam cara masyarakat mengelola hasil pertanian.
“Sekarang kami tidak hanya menjual gabah, tetapi sudah mampu mengolahnya menjadi beras kemasan dengan nilai jual lebih tinggi,” katanya.
Tidak hanya aspek ekonomi, PERMATA juga mengembangkan konsep pertanian berkelanjutan. Jerami pascapanen dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak dan bahan inovasi Biofoam, sehingga limbah pertanian memiliki nilai guna sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
Sementara itu, Senior Officer CID Zona 4 Dedi Zikrian menyampaikan bahwa luas lahan binaan meningkat dari 18 hektare pada 2024 menjadi 22 hektare pada 2025 dan ditargetkan mencapai 27 hektare pada 2026. Produktivitas juga meningkat dari 4,0 ton per hektare menjadi 5,1 ton per hektare, dengan target 6,2 ton per hektare pada 2026.
Melalui Media Field Trip tersebut, Pertamina EP Adera Field berharap insan pers dapat turut mengambil bagian dalam mempromosikan potensi dan produk masyarakat, sehingga produk lokal Desa Pengabuan semakin dikenal dan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Karena pemberdayaan akan semakin berarti ketika produk masyarakat bukan hanya dihasilkan, tetapi juga dikenal, dipercaya dan memiliki ruang untuk tumbuh.[red]