KAYUAGUNG, WartasumselBabel.com –Sebanyak 15.000 pelajar SMP se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengikuti gerakan menulis cerpen bertema *“Cita-Cita Generasi Emas Kabupaten OKI”* yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan rekor tersebut diserahkan seusai Rapat Paripurna DPRD OKI dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Kabupaten OKI di Kayuagung, Senin (12/10/2026).
Gerakan bertajuk *“Satu Anak Menulis, Satu Sekolah Menginspirasi”* itu berlangsung selama satu bulan, mulai 12 September hingga 12 Oktober 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pencapaian di bidang literasi, tetapi juga menjadi upaya mendorong kreativitas dan membangun kebiasaan menulis di kalangan pelajar.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, pencapaian tersebut bukan semata-mata tentang jumlah peserta yang terlibat, melainkan bagian dari upaya membangun budaya literasi dan memberikan ruang kepada generasi muda untuk menyampaikan gagasan mengenai masa depan daerahnya.
“Ini bukan sekadar rekor, melainkan langkah nyata memperkuat budaya literasi dan kreativitas generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Melalui gerakan ini, kita ingin anak-anak OKI berani menuangkan gagasan, mengembangkan imajinasi, dan menuliskan cita-cita mereka untuk masa depan daerah,” ujar Muchendi.
Menurutnya, kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan penting dalam membentuk generasi yang kreatif, kritis, dan mampu menyampaikan pemikiran secara terstruktur.
Melalui karya cerpen, para pelajar dapat mengembangkan imajinasi sekaligus mengungkapkan harapan mereka mengenai berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, lingkungan, kemajuan desa, perkembangan teknologi, hingga pembangunan Kabupaten OKI.
Muchendi juga menyampaikan apresiasi kepada para pelajar yang berpartisipasi, guru yang mendampingi, serta orang tua yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi semangat para pelajar, dedikasi para guru, dan dukungan orang tua. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti pada pencapaian rekor MURI, tetapi menjadi awal tumbuhnya kebiasaan membaca dan menulis di sekolah maupun di rumah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten OKI, Maulidini, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 15.000 pelajar SMP yang menghasilkan karya cerpen dengan judul dan isi berbeda.
Tema *“Cita-Cita Generasi Emas Kabupaten OKI”* dipilih untuk memberikan kesempatan kepada para pelajar mengekspresikan impian, kreativitas, serta pandangan mereka tentang masa depan daerah.
“Setiap anak memiliki cita-cita dan cara pandang yang berbeda. Melalui gerakan ini, mereka diberi kesempatan untuk menuangkannya dalam bentuk cerpen dengan judul dan karya masing-masing. Kami ingin membangun budaya menulis sekaligus menunjukkan bahwa pelajar OKI memiliki kreativitas dan gagasan yang layak dikembangkan,” ujar Maulidini.
Ia menambahkan, pendataan peserta, penghimpunan naskah, dan dokumentasi pelaksanaan menjadi bagian penting dalam proses verifikasi rekor. Kelengkapan bukti tersebut diperlukan untuk mendukung pemeriksaan jumlah peserta dan karya sesuai ketentuan MURI.
Menurut Maulidini, pencapaian ini diharapkan menjadi momentum bagi sekolah-sekolah di OKI untuk terus mengembangkan kegiatan literasi secara berkelanjutan.
Kumpulan cerpen yang dihasilkan juga berpotensi menjadi dokumentasi gagasan, imajinasi, dan cita-cita generasi muda OKI dalam menyongsong masa depan daerah.
Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI berharap budaya membaca dan menulis semakin berkembang, sehingga pelajar tidak hanya menjadi pengguna informasi digital, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
(Nelly)