KUA dan Pemerintah Kecamatan Penukal Gelar Shalat Istisqa’, Bermunajat Agar Hujan Segera Turun dan Kemarau Berlalu

Bagikan Berita

#kopraljono

PALI | WartasumselBabel.com —Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah akibat musim kemarau yang berkepanjangan menjadi momentum bagi masyarakat Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu bentuk ikhtiar tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan shalat Istisqa’ yang digelar di halaman Kantor Camat Penukal. Kegiatan berlangsung dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan, diikuti jajaran Pemerintah Kecamatan Penukal, Kapolsek Penukal Abab beserta jajaran, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat. Turut hadir pula jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Penukal beserta seluruh staf.

Pelaksanaan shalat Istisqa’ tersebut bukan sekadar ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak rasa syukur, sekaligus menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ju bagian dari kehendak Allah SWT.

Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh jamaah bersama-sama bermunajat, memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, sehingga kemarau panjang yang tengah dirasakan masyarakat dapat segera berakhir.

Kepala KUA Kecamatan Penukal, Amil Salim, S.H.I., M.Pd., dalam pesannya usai pelaksanaan shalat Istisqa’ mengajak seluruh masyarakat untuk tidak pernah berhenti bersyukur dan berdoa kepada Allah SWT, terlebih di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang.

Menurutnya, sebagai umat manusia, masyarakat harus menyadari bahwa segala nikmat maupun ujian yang datang merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Karena itu, selain melakukan berbagai upaya secara lahiriah, doa dan introspeksi diri juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, jangan pernah lelah untuk bersyukur dan berdoa. Kemarau yang kita rasakan saat ini tentu menjadi bagian dari kehendak Allah SWT. Kita berharap melalui doa dan ikhtiar bersama, Allah segera memberikan pertolongan dengan menurunkan hujan yang penuh keberkahan,” ujar Amil Salim.

Ia berharap, doa yang dipanjatkan bersama dalam pelaksanaan shalat Istisqa’ dapat menjadi jalan bagi dikabulkannya permohonan masyarakat, sehingga hujan segera turun dan kondisi kekeringan yang terjadi dapat berangsur-angsur berakhir.

“Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita, menurunkan hujan yang cukup dan membawa keberkahan bagi kehidupan masyarakat. Semoga kemarau panjang ini segera berlalu dan kita semua kembali merasakan nikmat air yang cukup,” harapnya.

Di tengah kondisi kemarau, Amil Salim juga mengingatkan masyarakat Kecamatan Penukal agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dengan mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ia mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian besar dan memperparah kondisi akibat kemarau.

“Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena di tengah kondisi yang sangat kering seperti sekarang, api sangat mudah menyebar dan dapat menjadi musibah bagi kita semua,” tegasnya.

Kekeringan yang berkepanjangan telah membuat sebagian sumber air masyarakat mulai berkurang. Sejumlah sungai mengalami penyusutan debit air, sementara sumur warga di beberapa wilayah juga mulai mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa air merupakan nikmat Allah SWT yang harus disyukuri dan dijaga keberadaannya. Karena itu, selain berdoa memohon hujan, masyarakat juga diharapkan terus berikhtiar menjaga lingkungan dan menggunakan sumber air secara bijaksana.

Melalui shalat Istisqa’ ini, masyarakat Kecamatan Penukal berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat mengetuk pintu langit dan mendapat ridha Allah SWT.[red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *