#kopraljono
PALI, WartasumselBabel.com — Kabar positif datang dari sektor energi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. PT Pertamina EP (PEP) Adera Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Zona 4, berhasil menemukan sumur minyak baru ABB-145 di Struktur Abab.
Penemuan tersebut menjadi angin segar bagi pengembangan potensi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah PALI. Berdasarkan hasil uji alir awal (initial flow test) yang dilakukan pada 1 Maret 2026, sumur ABB-145 menunjukkan potensi produksi awal mencapai 505 barel minyak per hari (BOPD).
Tak hanya menghasilkan minyak, pengujian awal juga mencatat aliran gas hingga 5,096 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Capaian tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa potensi sumber daya migas di Struktur Abab masih terbuka untuk terus dikembangkan melalui pendekatan eksplorasi dan pengembangan yang berbasis data serta teknologi.
General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto menjelaskan, setelah aliran sumur mulai mencapai kondisi stabil, tim teknis melanjutkan pengujian melalui metode multi rate test (MRT).
Hasil pengujian tersebut menunjukkan laju produksi yang stabil pada kisaran 129 BOPD, dengan produksi gas sekitar 1,8 MMSCFD untuk kondisi operasional yang optimal.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari inovasi yang terus dikembangkan dalam kegiatan eksploitasi dan pengembangan lapangan migas.
“Penemuan sumur ini merupakan hasil inovasi berkelanjutan dalam kegiatan eksploitasi pengembangan. Kami tetap memprioritaskan keselamatan kerja untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Djudjuwanto dalam keterangannya di Prabumulih, Jumat,20/03/2026.
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan kegiatan operasi, seiring dengan upaya meningkatkan kontribusi sektor hulu migas terhadap kebutuhan energi nasional.
Sumur ABB-145 merupakan sumur pengembangan (infill well) yang masuk dalam program Rencana Kerja (RK) Pengeboran 2026.
Proses tajak sumur dimulai pada 31 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan tahapan pengeboran hingga proses komplesi yang selesai pada 28 Februari 2026.
Keberhasilan pengeboran ABB-145 tidak berdiri sendiri. Hasil pengeboran sumur ABB-140 pada 2023 dan ABB-143 pada 2025 sebelumnya telah memberikan indikasi adanya potensi stratigraphic play di bagian timur laut Struktur Abab.
Temuan dari sumur-sumur tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi tim teknis untuk melakukan pengembangan lebih lanjut di wilayah Struktur Abab.
Salah satu faktor penting di balik keberhasilan tersebut adalah pemanfaatan data seismik 3D terbaru yang diperoleh melalui kegiatan akuisisi pada 2023.
Data tersebut memberikan gambaran kondisi bawah permukaan yang lebih detail dibandingkan interpretasi berdasarkan data seismik 2D sebelumnya.
Pemanfaatan data tersebut memungkinkan tim teknis memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai struktur bawah permukaan serta menentukan lokasi pengeboran dengan tingkat keyakinan yang lebih terukur.
Senior Manager Subsurface Development & Planning PEP Zona 4 Reza Nur Ardianto menjelaskan, integrasi data seismik terbaru dengan informasi mengenai performa reservoir dari sumur-sumur referensi menjadi dasar penting dalam menentukan posisi pengeboran (well placement).
“Penemuan ini membuktikan peluang cadangan migas baru masih terbuka melalui pendekatan subsurface yang terintegrasi serta pemanfaatan teknologi yang lebih baik,” ujar Reza.
Pendekatan berbasis data tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas kegiatan pengeboran sekaligus mengurangi risiko dalam menentukan target bawah permukaan.
Penemuan sumur ABB-145 kembali menegaskan bahwa Kabupaten PALI memiliki potensi strategis dalam pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi.
Bagi daerah, aktivitas industri migas tidak hanya berkaitan dengan produksi energi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat serta pembangunan daerah.
Di sisi lain, bagi sektor energi nasional, peningkatan produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah ada menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan energi sekaligus mendukung upaya mengoptimalkan produksi dalam negeri.
Saat ini, PHR Regional Sumatera Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja di Sumatera Selatan, yakni Lapangan Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, Ramba, Ogan Komering dan Raja Tempirai.
Seluruh kegiatan tersebut berada di bawah pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Keberhasilan ABB-145 di Struktur Abab menjadi catatan penting dalam perjalanan pengembangan migas di PALI. Dengan dukungan teknologi, data bawah permukaan yang semakin akurat, inovasi serta penerapan standar keselamatan kerja, peluang pengembangan potensi migas di wilayah tersebut masih terbuka untuk terus dikaji.
Pada akhirnya, setiap temuan baru di sektor hulu migas diharapkan tidak hanya menambah potensi produksi, tetapi juga memperkuat kontribusi daerah dan industri energi dalam mendukung ketahanan serta kemandirian energi nasional. [red]